ALUNKANLAH MELODI DI HATIMU

Aku tuliskan pesan untuk mereka yang telah begitu dekat dengan takdir. Tidak semata untuk cinta, tapi untuk hidup. Aku hanya tidak mengerti, mengapa alunan hati yang telah berharmoni dengan langkah dan ucapan, harus diakhiri. Aku bisa mengerti, aku bukanlah pandai di matamu, atau cerdas dalam pikiranmu. Aku bisa memahami, bukanlah ini adalah hidupku, dan bukan pula semua pilihan adalah nasibku. Engkau mengajarkan banyak hal tentang hidup, tapi engkau tunjukkan pilihan yang bukan engkau ajarkan. Aku percaya cinta mestilah tulus. Tapi, semahal itukah pilihan yang kalian buat? Dan percayalah, aku tidak hanya melihat atau mendengar, tapi juga merasakan.

Sahabatku, engkau katakan padaku, engkau sangat mengenal hatinya. Engkau bawa aku untuk menjaga hati, tapi engkau biarkan hatimu melayang pergi. Aku tahu apa itu masa lalu. Aku pun memilikinya. Bukan soal berapa kali aku mengalaminya, tapi bagaimana aku merasakannya. Bukan soal pula melewatinya, tapi bagaimana memahaminya. Masa lalu, bukanlah sesuatu yang membuat hatimmu mati atau sekeras batu. Masa lalu seharusnya membuatmu menjadi begitu berharga. Ada satu bait lagumu yang selalu aku ingat…

Aku tahu, engkau bisa buat mereka menari untukmu. Aku akui, engkau bisa buat mereka menyulam pikiranmu. Engkau bisa rasakan melodi lirih di hatinya. Tapi mengapa tak kau biarkan semuanya menjadi indah.

Biarkanlah dia berada dalam masa lalunya. Dia merasa terluka, karenanya dia sangat tahu arti ketulusan. Memang benar bayangan masa lalunya mengikuti setiap langkahnya, karenanya dia tahu kemana harus melangkah. Jangan kau tanya berapa lama dia akan melakukannya, karena itulah dirinya. Dia angkuh, bukan karena masa lalunya, tapi karena dia adalah manusia biasa. Engkau telah katakan sendiri, engkau juga yang beritahukan. Aku menyimak, dan aku tidak bodoh.

Mengapa kau tak biarkan saja semua menjadi indah. Aturlah harmoni di hatimu, lalu alunkanlah ke dalam hatimu. Maaf, aku tidak tahu bagaimana memulai untuk mengatakan, dan aku pun sudah lupa bagaimaan mengakhirinya. Aku ingin engkau mengerti, karena engkau pun telah membuat aku bisa mengerti.

Posted in FRIENDS & LOVERS.


Leave a Reply