JOGJA IN LOVE, Chapter One

Ronny    : Trims, km sudah bantu aku. Aku tidak akan lupakan kebaikanmu.
Remmy : Trims? Hanya itu yang bisa kamu ucapkan Ron?
Ronny    : Aku hargai pengertianmu. Aku minta maaf jika permintaanku mungkin telah menyakitimu.
Remmy : 7 tahun kamu minta aku berbohong kepada ibumu. 7 tahun! Kita berpacaran cuma 3 tahun.
Ronny    : Tapi kita sudah sepakat bukan?
Remmy : Aku melakukan kedustaan ini bukan cuma untuk ibumu, tapi juga untukmu.
Ronny    : Mengapa kamu mau melakukannya? Jika karena terpaksa, kamu boleh menolaknya.
Remmy : Kenapa juga kamu harus memaksakan untuk meminta bantuanku? Kamu bisa bilang terus terang ke ibumu kalo kita sudah putus waktu itu. Aku tahu kalo kamu juga dekat dengan Irma.
Ronny    : Em, kamu belum jawab pertanyaanku!
Remmy : Baiklah…. Supaya kamu tahu, 2 tahun aku pergi dari kamu, tapi kenanganmu tidak pernah mau pergi dari pikiranku. Supaya kamu tahu juga, aku sangat tersiksa 2 tahun. Ketika kamu meminta bantuanku aku merasa siksaan itu semakin berkurang. Aku memutuskan bukan dari pikiranku, tapi dari hatiku.
Ronny    : Lalu, aku dengar kamu juga sudah bertunangan. Aku dengar dari mereka.
Remmy : Kamu tidak menanyakannya ke aku Ron? Kamu juga belum menjawab pertanyaanku tadi?
Ronny    : Cuma kamu yang dianggap pantas oleh ibuku. Beliau menyukaimu.
Remmy : Aku tahu Ron! Setiap ibu pasti senang jika putranya mendapatkan gadis yang istimewa bagi dirinya. Ibumu bisa merasakannya. Bagaimana dengan Irma? Kenapa tidak kamu perkenalkan saja dirinya kepada ibumu? Ron, kamu masih belum menjawab!
Ronny   : Irma hanya teman kantor yang kebetulan sering mampir. Rumah kami kebetulan berdekatan.
Remmy : Dia cantik!
Ronny    : Dan dia sudah bertunangan! Bukan denganku!
Remmy : Kenapa kamu tidak pernah membicarakannya denganku?
Ronny    : Aku hanya ingin mencoba menutup perasaan dan harapanku kepada dirimu.
Remmy : Maksudmu?
Ronny    : Aku memintamu berbohong karena aku sendiri tidak bisa membohongi perasaanku… Aku masih mencintaimu.
Remmy : Rom, kamu tidak melihat kalo ibumu tahu kita sudah berbohong kepada beliau?
Ronny    : Lalu, kenapa beliau terlihat biasa saja?!
Remmy : Beliau menunggu putranya yang melakukannya. Sebelum wafat, aku bilang ke beliau jika kami sebenarnya sudah tidak seperti dulu. Maaf Ron, aku tidak tega melakukannya.
Ronny    : Kenapa kamu tidak bilang ke aku?! Lalu, apa tanggapan beliau?
Remmy : Beliau hanya bertanya, ‘Tapi hatimu masih mencintai dia kan?". Aku mengangguk.
Ronny    : Bukannya kamu sudah bertunangan.
Remmy : Kamu seharusnya tanyakan dulu ke aku. Memang benar, tapi batalkan pertunangan itu.
Ronny    : Kapan?
Remmy : Ketika kamu datang dan meminta bantuanku.

Posted in Uncategorized.


Leave a Reply