ONE ANOTHER LOVE SONG
May 11, 2008 — me4myselfLama sekali ingin ungkapkan seuntai kata-kata yang belum lama aku pahami. Seorang teman menunjukkan rekaman film musikal yang diangkat dari novel karangan Jonathan Larson. Ada banyak sudut pandang tentang cinta, tidak hanya sekedar seks dan kasih sayang. Seringkali penulis novel tidak mampu menuliskan, pencipta lagu tidak mampu untuk mendengar, dan sutradara tidak mampu untuk melihat. Seringkali pula kita selalu melewatkannya. Aku mengerti, seorang teman bukan menunjukkan alunan suara yang merdu, atau keindahan kata-kata, akan tetapi ingin menyampaikan suatu pesan. Puncak dari seluruh kisah, dan akhir dari seluruh adegan.
There is no future,
there is no past….
I live this moment as my last
There’s only us…. there’s only this
Forget regret, or live is yours to miss
No other road, no other way…
No day but today
(Life Support, Rent Soundtrack Music, 2006)
In daylight,
in sunsets,
In midnights…
in cups of coffee
In inches,
in miles,
in laughter and in strife
In 525.600 minutes,
how do you measure a year in the life
How about love?
Measure in love!
(Seasons of Love Part I, Soundtrack Music, 2006)
Andai bisa kamu bayangkan, jika tidak lagi terpikirkan hari esok, atau ketika masa lalu sudah tidak penting lagi…. hanya di saat inilah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang sangat berarti. Dengan apakah kamu akan mengukur hidupmu? Lalu, bagaimana dengan cinta yang ada dalam hidupmu? Itulah dirimu… nafsu, simpati, birahi, percaya, senang, marah, kecewa, atau puas. Itulah cintamu, dengan itulah kamu ukur hidupmu dengan cinta.
Seorang teman, sekaligus pula seorang sahabat yang sampaikan pesan ini. Kamu mungkin boleh jadi telah mengecewakan seseorang, tapi berharaplah kamu tidak mengecewakan sahabatmu. Mungkin nasehat dan saran dari sahabat terkadang kejam, tapi sahabat adalah orang yang paling dekat mengenal dirimu. Mungkin juga perkataannya bukanlah keinginanmu, tapi perkataannya adalah yang mewakili dirimu yang sesungguhnya. Berusahalah untuk tidak mengecewakan sahabatmu. Hanya dengan itulah, kamu mengukur hidupmu dengan cinta.
Yogyakarta, Senin 12 Mei 2008, 06.15

